
Kab. Kediri (MTsN 3) – Tontowi Jauhari Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri mengapresiasi kesiapan pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di MTsN 3 Kediri yang berjalan tertib dan lancar, Selasa 26 Agustus 2025. Tontowi Jauhari memberikan apresiasi atas kesiapan dan profesionalisme MTsN 3 Kediri dalam menyelenggarakan ANBK. “Kami mengapresiasi kesiapan sarana, teknis, dan dukungan dari pihak madrasah sehingga pelaksanaan ANBK berjalan lancar,” ucapnya.
Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2025 di MTsN 3 Kediri resmi dimulai pada hari ini, Senin, 25 Agustus 2025. Pelaksanaan ANBK di MTsN 3 Kediri dimulai tanggal 25-26 Agustus yang diikuti oleh 50 siswa, terdiri dari 45 peserta utama dan 5 peserta cadangan. ANBK menggunakan 1 laboratorium komputer dengan tiga sesi. “Pelaksanaan ANBK tahun ini kita menggunakan 1 laboratorium komputer dengan pembagian tiga sesi yang dimulai tanggal 25-26 Agustus 2025,” terang Dzikrul Khakim selakku Ketua Panitia ANBK.
Kegiatan ANBK dilaksanakan selama dua hari, pada hari pertama perlaksanaan peserta menjalani asesmen numerasi dan survei karakter. Seluruh proses berjalan lancar, tertib, dan tanpa kendala teknis yang berarti. Kegiatan ANBK dimulai pukul 07.00 sampai 15.00 wib. Kepala MTsN 3 Kediri, Siti Aliyah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan ANBK 2025 di MTsN 3 Kediri. “Alhamdulillah, pelaksanaan ANBK tahun ini berjalan dengan baik dari awal hingga akhir. Terima kasih kepada para guru, panitia, proktor, teknisi, dan tentu saja para siswa yang telah mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan disiplin,” ujarnya.
Tim teknis di MTsN 3 Kediri juga memastikan kesiapan perangkat dan jaringan sejak sebelum pelaksanaan hingga hari terakhir. Pelaksanaan ANBK 2025 ini bukan hanya sebagai alat ukur kemampuan literasi dan numerasi siswa, tetapi juga sebagai instrumen untuk memetakan mutu pendidikan di madrasah. MTsN 3 Kediri berharap hasil asesmen dapat menjadi dasar peningkatan kualitas pendidikan yang lebih baik di masa yang akan datang. (hilma/hms)


