Kab. Kediri (MTsN 3) – Bertempat di Sport Center MTsN 5 Kediri, 199 Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Se-Jawa Timur melakukan Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev), Kamis (9/10/2025). Kemeriahan tersebut ditandai dengan semaraknya tampilan tarian dan atraksi peserta didik MTsN 5 Kediri. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, mulai dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I., Kepala Bidang Pendma, Dr. Sugiyo, M.Pd. dan seluruh ketua tim pada bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri dan Kasi Pendma. Seluruh Kepala MTsN Se-Jawa Timur pun juga hadir memenuhi di Sport Center MTsN 5 Kediri.

Rapat koordinasi dan evaluasi Kepala MTsN  Se-Jawa Timur berlangsung dari tanggal 9-10 Oktober 2025 di MTsN 5 Kediri. Tepat pukul 08.00 kegiatan dimulai dan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan ayat-ayat suci AlQur’an, dan menyanyikan lagu Himne dan Mars madrasah. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk melakukan koordinasi terhadap kegiatan madrasah berskala provinsi, evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan kemadrasahan, sarana sosialisasi terhadap lahirnya perundangan/kebijakan yang berkaitan dengan madrasah, serta sebagai wadah pembinaan oleh atasan serta sebagai wahana silaturrahim antar Kepala MTsN se Jawa Timur.

Mengawali sambutannya, Kepala Bidang Pendma, Dr. Sugiyo, M.Pd. memberikan motivasi, semangat, inspirasi, dan tip-tip mengembangkan madrasah masa depan, madrasah yang bermutu, madrasah berkarakter dengan mengutamakan kesuksesan murid dari berbagai sisi, sukses keilmuannya, sukses kepribadian dan karakternya, Kemudian Beliau memaparkan Sistem pendidikan diubah penilaian akhir semester atau akhir tahun, semua murid mempunyai laporan karya ilmiah. “Belajar bukan lagi diterangkan, tetapi harus penelitian,” ungkapnya. Lebih lanjut Kabid Pendma menekankan Program Pengembangan Guru harus berdampak langsung terhadap siswa.

Sementara itu pada pembinaannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I menjelaskan dinamika penganggaran dana komite dari wali murid memerlukan pemahaman regulasi yang komprehensif, termasuk perbandingan antara kebijakan Kemendikbud dan Kemenag (PMA), serta perlunya pelibatan LSM dan media dalam sosialisasi.

“Branding madrasah harus diperkuat melalui asistensi dan layanan manajemen berkualitas ke madrasah binaan, demi pemerataan mutu tanpa kompetisi antar madrasah,” terangnya. Indikator keberhasilan kepemimpinan mencakup jumlah siswa, prestasi, dan kondisi riil madrasah (EDM), serta pelibatan semua komponen.

Penguatan identitas melalui kegiatan seperti olimpiade penting sebagai syi’ar mutu dan daya saing, yang juga melatih siswa berkompetisi. Rapat koordinasi dan evaluasi ke depan diharapkan dilakukan dalam suasana santai dan produktif guna membangun tim yang solid dan saling melengkapi. (hilma/hms) (Dokumentasi foto: MTsN 5 Kediri)