Kab. Kediri (MTsN 3) — Rangkaian kegiatan kokurikuler MTsN 3 Kediri memasuki hari kedua dengan suasana religius sekaligus demokratis. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (4/9/2026) tersebut diisi dengan salat dhuha, tahlil, pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW (Mahalul Qiyam), serta orasi kandidat Ketua dan Wakil Ketua OSIM MTsN 3 Kediri periode 2026/2027.

     Kegiatan bertempat di halaman depan musala MTsN 3 Kediri dan diikuti oleh para siswa serta pendamping dari madrasah. Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat dhuha yang dilanjutkan dengan tahlil dan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Petugas dalam kegiatan keagamaan tersebut berasal dari siswa kelas 9B.

     Nuansa religius kemudian berlanjut dengan Mahalul Qiyam sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Setelah rangkaian kegiatan keagamaan selesai, acara dilanjutkan dengan orasi kandidat Ketua dan Wakil Ketua OSIM MTsN 3 Kediri periode 2026/2027. Sebelum orasi dimulai, Waka Kesiswaan MTsN 3 Kediri, Puspitasari, memberikan sambutan sekaligus arahan kepada seluruh kandidat.

     Dalam pesannya, Puspitasari mengingatkan para calon agar menyampaikan visi dan misi dengan mengedepankan kejujuran, kesopanan, serta gagasan yang solutif. Menurutnya, proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM bukan sekadar ajang untuk memperoleh suara terbanyak, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran demokrasi bagi para siswa.

     Pada pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM tahun ini terdapat tiga pasangan calon (paslon) yang akan berkompetisi. Ketiga paslon tersebut adalah:

  • Paslon 1: Bramazta Gilang Aryaka (8A) dan Naura Anisa (7J)
  • Paslon 2: M. Ataya Said Arkan (8C) dan Aqila Rinda Ramadhan (7A)
  • Paslon 3: Awliya Putri Maratush (8A) dan M. Alif Maulana (7B)

       Ketiga pasangan calon secara bergantian menyampaikan visi dan misi di hadapan warga madrasah. Setiap paslon berusaha menyampaikan gagasan, program, serta komitmen yang akan mereka lakukan apabila mendapat kepercayaan untuk memimpin OSIM MTsN 3 Kediri periode 2026/2027.

     Suasana semakin menarik ketika kegiatan memasuki sesi tanya jawab. Para kandidat diberikan kesempatan untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan kepemimpinan, program kerja, kedisiplinan siswa, kegiatan OSIM, hingga upaya menciptakan lingkungan madrasah yang lebih baik.

       Pelaksanaan kokurikuler hari kedua ini diharapkan mampu memadukan penguatan karakter religius dengan pendidikan demokrasi. Nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW yang diperoleh melalui kegiatan keagamaan diharapkan dapat menjadi landasan bagi siswa dalam menjalankan proses demokrasi secara jujur, santun, dan bertanggung jawab. (hms)