
Kab. Kediri (MTsN 3) – Rangkaian peringatan Milad ke-48 MTsN 3 Kediri ditutup dengan kegiatan doa bersama dan istighosah yang berlangsung khidmat di Aula As-Sholih, Jumat (13/2). Turut hadir pada kegiatan tersebut Achmad Fa’iz Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri. Kegiatan ini diikuti seluruh warga madrasah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan dan capaian madrasah selama ini. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala MAN 2 Kediri dan Kepala KUA Purwoasri sebagai tamu undangan.

Kegiatan di MTsN 3 Kediri diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh salah satu siswa, yang menghadirkan suasana religius, khidmat, dan penuh ketenangan bagi seluruh peserta. Acara kemudian semakin semarak dengan penampilan hadroh kolaborasi siswa bersama bapak dan ibu guru yang melantunkan shalawat, menciptakan nuansa kekhusyukan sekaligus mempererat kebersamaan warga madrasah. Selain itu, para siswa juga menampilkan lagu-lagu islami yang menambah semangat serta memeriahkan rangkaian kegiatan.

Pada mauidhoh hasanah disampaikan oleh KH Abdul Nasir Badrus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah Purwoasri. Beliau menyampaikan dengan gaya khasnya yang sederhana namun penuh makna, beliau menyampaikan bahwa ibadah yang tertinggi itu adalah mata. “Ibadah sing paling dhuwur iku mripat,” tutur beliau. Pertama, gunakan mata untuk melihat dan membaca Al-Qur’an. Kedua, gunakan mata untuk melihat guru kita, karena cita-cita guru untuk muridnya sangatlah mulia. Jangan balas perjuangan mereka dengan sikap yang tidak bertanggung jawab.

Ketiga, lihatlah orang tua kita yang bekerja keras mencari nafkah. Perhatikan wajah mereka, doakan mereka, karena kelak saat mereka tiada, kita baru merasakan besarnya pengorbanan itu. Keempat, lihat diri kita sendiri. Sudahkah kita menata masa depan dan memperbaiki adab serta tata krama? Sebagai penutup tausiyah, Gus Nasir kerap disapa mengajak seluruh hadirin membaca Surat Al-Fatihah sebanyak tiga kali yang diperuntukan pertama Untuk diri sendiri, ke dua Untuk bapak ibu guru, dan ke tiga untuk orang tua.

Sementara itu, Kepala MTsN 3Kediri, Doni Setiawan, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya panitia dan warga madrasah yang telah bekerja sama menyukseskan serangkaian kegiatan Milad ke-48 madrasah. Menurutnya, kebersamaan dan kekompakan menjadi kunci utama terselenggaranya kegiatan dengan lancar.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Bapak Fa’iz, menegaskan bahwa “TOP” bukan sekadar nama, tetapi harus dimiliki setiap siswa, yaitu Takwa, Optimis, dan Prestasi. Ia mengajak siswa untuk bersungguh-sungguh dalam belajar. Menurutnya, manfaat ilmu tercermin dari sikap taat pada aturan sekolah serta taat kepada bapak dan ibu guru. Keberkahan ilmu juga diraih dengan berbagi dan memberi manfaat. Ia menambahkan, doa orang tua adalah doa yang mustajab. Karena itu, siswa diminta selalu memohon doa restu agar meraih keberhasilan.
Penganjian dan doa bersama ini pun menjadi penutup yang penuh makna, sekaligus harapan agar MTsN 3 Kediri semakin maju dan membawa keberkahan di masa mendatang. Doa bersama dan istighosah ini sekaligus menjadi momen persiapan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. (hilma/laili/hms)