
Kab. Kediri (MTsN 3) – Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dengan kegiatan yang sarat nilai spiritual, MTsN 3 Kediri menyelenggarakan kegiatan Pondok Romadhon bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al Hikmah Purwoasri, (23/2). Kegiatan ini dilaksanakan mulai 23 Februari hingga 5 Maret 2026 dengan sistem bergiliran per jenjang kelas.

Pelaksanaan Pondok Romadhon dibagi dalam tiga pekan. Pekan pertama diikuti oleh siswa kelas IX, pekan kedua kelas VIII, dan pekan ketiga kelas VII. Setiap jenjang memperoleh jatah empat hari kegiatan, dengan rincian tiga hari Pondok Romadhon pagi dan satu hari Pondok Romadhon sore.

Menurut Ketua Pondok Romadhon, Iswahyudin, pola ini dirancang agar seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan secara maksimal tanpa mengganggu proses pembelajaran reguler. Di hari pertama Pondok Romadhon untuk Kelas IX diawali dengan sholat dhuha berjamaah di Masjid Jami Purwoasri.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa mendapatkan pembinaan keagamaan meliputi pendalaman materi fiqih ibadah, tadarus Al-Qur’an, praktik ibadah, serta penguatan akhlakul karimah. Kehadiran para ustadz dan pembina dari Pondok Pesantren Al Hikmah Purwoasri memberikan nuansa pesantren yang kental sehingga siswa dapat merasakan pengalaman belajar agama secara lebih mendalam dan aplikatif.

Di hari pertama pelaksanaan Pondok Romadhon siswa juga mengikuti istighosah dan kultum yang disampaikan oleh Iswahyudin selaku. Kepala MTsN 3 Kediri, Doni Setiawan, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Pondok Romadhon ini. Ia menuturkan bahwa kolaborasi dengan Pondok Pesantren Al Hikmah Purwoasri menjadi langkah strategis dalam memperkuat karakter religius siswa. “Kami sangat berterima kasih atas kerja sama yang terjalin. Semoga kegiatan ini mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia,” ujarnya.
Melalui kegiatan Pondok Romadhon ini, MTsN 3 Kediri berharap dapat menanamkan nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, dan tanggung jawab kepada seluruh peserta didik, sehingga Ramadan menjadi momentum pembentukan karakter yang berkelanjutan. (hilma/hms)