
Kab. Kediri (MTsN 3) — Sebanyak 54 murid MTsN 3 Kediri antusias mengikuti kegiatan Sosialisasi Pengimbasan Literasi 4 Bahasa yang digelar di meeting room sekolah pada Senin (29/9). Kegiatan yang diketuai oleh Pak Maghfur dari MTsN 1 Kediri ini bertujuan untuk menumbuhkan minat membaca serta melatih keterampilan berbahasa para murid sejak dini.

Dalam sosialisasi ini, para siswa diperkenalkan dengan program pembiasaan empat bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah, Bahasa Inggris, serta Bahasa Arab. Program ini dirancang khusus menulis cerita (novel).

Ketua Tim Sosialisasi, Pak Maghfur, menyampaikan bahwa penguasaan literasi multibahasa merupakan bekal penting bagi para siswa di era modern.
“Program literasi empat bahasa ini kami rancang agar para siswa tidak hanya cakap berkomunikasi secara internasional, tetapi juga tetap mengakar kuat pada bahasa nasional dan bahasa daerah. Kami berharap anak-anak bisa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat,” ungkap Pak Maghfur dalam laporannya.

Salah satu narasumber menyampaikan bahwa penguasaan literasi Semangat dalam menulis itu sebenarnya dimulai dari banyak membaca. Biar tidak terasa berat, mulailah membaca dari hal-hal yang paling kamu suka lebih dulu. Selain itu, kurangi kebiasaan scroll-scroll media sosial yang tidak perlu dan alihkan waktumu untuk hal yang lebih produktif. Bahkan, kalau kamu punya masalah, jangan dipendam begitu saja—jadikan masalah itu sebagai ide tulisan yang menarik,” pesan Nadia Alaidi salah satu Tim literasi saat memberikan materi sosialisasi.


Kepala MTsN 3 Kediri, Bapak Doni Setiawan, turut memberikan motivasi langsung kepada seluruh siswa dalam sambutan pembukanya.
“Kalian adalah generasi penerus yang akan bersaing di tingkat global. Dengan menguasai empat bahasa, kalian memegang kunci untuk membuka jendela dunia. Jangan takut mencoba dan salah—jadikan bahasa nasional sebagai identitas, bahasa daerah sebagai kebanggaan, dan bahasa asing sebagai alat meraih masa depan,” pesan Doni Setiawan di hadapan para siswa.

Acara dilanjutkan dengan sesi interaktif dan simulasi pembiasaan bahasa yang dipandu oleh tim sosialisasi dan disambut gembira oleh para murid.
Kehadiran Duta Literasi dari MTsN 1 Kediri semakin menyemarakkan suasana. Mereka berbagi pengalaman nyata mengenai kebiasaan membaca serta proses kreatif hingga berhasil melahirkan karya tulis di usia sekolah. (hms)