Kab. Kediri (MTsN 3) — Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) MTsN 3 Kediri berlanjut di luar madrasah. Sebanyak 53 pengurus OSIM dan pengurus ekstrakurikuler mengikuti kegiatan LDKS di Bernah De Vallei, Mojokerto, Senin (21/9/2026). Rombongan diberangkatkan dan dibuka langsung oleh Kepala MTsN 3 Kediri, Doni Setiawan.

     LDKS MTsN 3 Kediri sebelumnya telah berlangsung pada 14–17 September 2026 dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan madrasah. Selanjutnya, rangkaian kegiatan dilanjutkan pada 21–22 September 2026 di Bernah De Vallei, Mojokerto, sebagai bagian dari pembekalan kepemimpinan sekaligus penguatan karakter peserta.

       Rombongan berangkat dari madrasah sekitar pukul 09.00 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 12.00 WIB. Setelah persiapan, tepat pukul 13.00 WIB dilaksanakan upacara pembukaan LDKS yang dipimpin langsung oleh Doni Setiawan dan diikuti seluruh peserta serta panitia.

   Dalam amanatnya, Doni memberikan semangat dan motivasi kepada peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Ia menekankan pentingnya LDKS sebagai sarana membentuk jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, serta kedisiplinan siswa. Doni juga berpesan agar seluruh peserta menjaga kesehatan selama mengikuti kegiatan.

“Manfaatkan kegiatan ini untuk belajar menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Jangan lupa menjaga kesehatan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti dengan baik,” pesannya.

    Usai upacara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan materi kepemimpinan yang disampaikan oleh Doni Setiawan. Materi tersebut menjadi bekal bagi peserta dalam memahami peran dan tanggung jawab seorang pemimpin, khususnya dalam menjalankan tugas sebagai pengurus OSIM maupun ekstrakurikuler. Dalam materinya ia menyampaikan bahwasanya menjadi pemimpin itu berat. “Pemimpin jangan hanya bisa menyuruh, tetapi harus memberikan contoh bagi anggotanya.” jelasnya. Lebih lanjut seorang pemimpin harus memiliki sifat jujur dan berintegritas.

    Setelah kegiatan materi, peserta melaksanakan ishoma. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan management organisasi yang disampaikan oleh Achmad Abdurrohman. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak membangun kekompakan, komunikasi, kerja sama, dan rasa saling percaya antarpeserta. Bentuk penugasan yang diberikan kepada peserta LDKS yakni membuat proposal kegiatan sederhana secara berkelompok.

      Pada kesempatan tersebut, peserta LDKS juga mendapatkan materi Public Speaking yang disampaikan oleh Miratunnisa. Materi ini membekali peserta dengan kemampuan berkomunikasi secara percaya diri, efektif, dan mampu menyampaikan gagasan di hadapan orang lain. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi Problem Solving yang disampaikan oleh Ketua Panitia LDKS, Puspitasari. Melalui materi tersebut, peserta diajak untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menemukan solusi atas berbagai permasalahan, serta mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab.

     Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi scrap book, materi team building, pentas seni, dan malam keakraban yang dipandu oleh Andika Munir. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarpeserta sekaligus menciptakan suasana kebersamaan selama pelaksanaan LDKS.

   Rangkaian LDKS di Bernah De Vallei, Mojokerto, dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 21–22 September 2026, dengan berbagai kegiatan pembinaan kepemimpinan, kerja sama, dan penguatan karakter bagi pengurus OSIM serta pengurus ekstrakurikuler MTsN 3 Kediri. (hms)