Kab. Kediri (MTsN 3) – Perwakilan guru, tenaga kependidikan (tendik), dan siswa kelas 7D MTsN 3 Kediri mengikuti pelaksanaan upacara Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan di Kantor Kecamatan Purwoasri, Senin 1 Juni 2026. Upacara dimulai pukul 07.30 WIB dan berlangsung dengan khidmat serta penuh semangat kebangsaan. Camat Purwoasri, Buyung Imanu, bertindak sebagai pembina upacara.

     Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.  “Dalam kesempatan tersebut, dibacakan naskah pidato Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, yang menegaskan bahwa Pancasila merupakan  “bintang penuntun” yang menjaga Indonesia tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan global melalui nilai persatuan yang terkandung di dalamnya. Lebih dari sekadar dasar kehidupan berbangsa, nilai musyawarah, gotong royong, dan kemanusiaan dalam Pancasila juga menjadi modal penting dalam diplomasi Indonesia untuk turut menjaga perdamaian dunia.

     Selain itu, Kepala BPIP mengajak generasi muda untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dengan menjunjung tinggi toleransi serta menolak segala bentuk intoleransi dan radikalisme. Para pemimpin daerah juga diimbau menghadirkan kebijakan yang adil dan berpihak kepada masyarakat demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

     Sementara itu, Kepala MTsN 3 Kediri, Doni Setiawan, mengajak seluruh warga madrasah untuk memaknai peringatan Hari Lahir Pancasila bukan hanya sebagai seremoni tahunan, tetapi juga sebagai momentum memperkuat karakter, persatuan, dan semangat kebangsaan.

“Mari kita tidak hanya menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat karakter, persatuan, dan semangat kebangsaan. Nilai-nilai Pancasila harus terus kita tanamkan melalui sikap saling menghargai, menjaga persaudaraan, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah maupun masyarakat.” Ungkapnya. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila perlu terus ditanamkan melalui sikap saling menghargai, menjaga persaudaraan, dan menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan madrasah maupun masyarakat. (hilma/hms)