Kab. Kediri (MTsN 3) – Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Kediri menggelar workshop dengan tema Workshop Eksplorasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta, Rabu (30/7/2025), di meeting room madrasah. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme tenaga pendidik di era transformasi pendidikan.Sebagai informasi kegiatan workshop di MTsN 3 Kediri berlangsung dari tanggal 30-31 Juli 2025.

Kegiatan diikuti seluruh tenaga pendidik MTsN 3 Kediri dan anggota KKM. Workshop tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala MTsN 3 Kediri, Siti Aliyah. Ia menyampaikan bahwa Kurikulum Cinta bukan hanya tentang materi ajar, tetapi tentang bagaimana kita menanamkan nilai kasih sayang, empati dan kepedulian dalam setiap proses belajar-mengajar. “Dengan pendekatan deep learning, saya berharap Bapak dan Ibu guru dapat menggali potensi peserta didik secara lebih mendalam sehingga MTsN 3 Kediri tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga rumah tumbuhnya karakter peserta didik yang utuh”. ujar Siti Aliyah.

Kegiatan ini turut mengundang Tontowi Jauhari Kepala Sub. Bagian Tata Usaha Kemenag Kab. Kediri, Abdullah Rosyaad Kasi Pendma, dan Nurul Faiqoh Pengawas Madrasah. Tontowi Jauhari, menyampaikan harapan agar para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kompetensi diri. Kasubag TU juga berharap agar ilmu yang diperoleh tidak hanya bermanfaat, tetapi juga membawa keberkahan bagi perkembangan MTsN 3 Kediri ke depan.

Sementara itu Kasi Pendma, Abdullah Rosyaad menekankan pentingnya menciptakan suasana mengajar yang nyaman bagi para guru di madrasah. Dengan kenyamanan tersebut, para guru akan lebih menikmati proses mendidik siswa. Ia menegaskan agar seluruh guru MTsN 3 Kediri memasukkan kurikulum berbasis cinta di setiap mata pelajaran yang diampu. “Kami mengimbau agar ilmu dari workshop ini diterapkan di MTsN 3 Kediri dan madrasah masing-masing,” tambahnya.

Pada workshop ini Muntholib dari Universitas Negeri Malang, sebagai narasumber utama. Ia menyampaikan bahwa deep learning bukan sekadar metode pembelajaran, melainkan pendekatan menyeluruh yang mendorong siswa untuk memahami, menganalisis, danmengaplikasikan pengetahuan mereka dalam konteks nyata, untuk itu saatnya kita melakukan transformasi untuk menujupada pembelajaran yang mendalam “Guru bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun karakter dan kepercayaan diri anak. Pendidikan yang humanis mencakup olah rasa, olah pikir, olah hati, dan olah jiwa. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak kita,” jelas Muntholib.

Melalui kegiatan ini, MTsN 3 Kediri berharap para tenaga pendidik madrasah dapat terus berinovasi dalam menciptakan suasana pembelajaran yang aman, nyaman, dan bermakna, guna membentuk generasi yang cerdas secara akademik serta tangguh secara mental dan sosial peserta didik. (hilma/laili/hms)